Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


 

MURIANEWS, Nusa Dua – Penyambutan makan malam atau Welcoming Dinner diberikan pada Delegasi World Conference on Creative Economy (WCCE), Rabu (5/10/2022) malam.

Acara yang dilangsungkan di Museum Pasifika, Nusa Dua, Bali ini diselenggarakan oleh Traveloka. Dalam kesempatan ini hadir Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo. Kedatangan Angela disambut CEO Traveloka Albert yang memakai pakaian khas Bali lengkap dengan udeng melingkari kepala.

Museum Pasifika dipilih sebagai lokasi makan malam karena dianggap memiliki nilai ekonomi kreatif yang tinggi. Di Museum Pasifika juga tersaji berbagai kebudayaan dari negara di Asia dan Pasifik serta berbagai macam artefak budaya. Museum ini didirikan pada 2006 oleh Moetaryanto dan Philippe Augier.

Baca juga: Menparekraf Resmikan Program “Toilet Untuk Negeri” di Destinasi Wisata, Ini Tujuannya

Museum ini menyimpan banyak barang yang berhubungan dengan seni, terdapat lebih dari 600 kesenian karya 200 seniman dari 25 negara. Maka dari itu di dalam museum ini banyak dijumpai galeri-galeri dengan berbagai kategori.

Wamenparekraf juga sempat berkeliling dan melihat barang-barang dan koleksi lukisan yang terbagi dalam kelompok berbagai negara di etalase museum.

Kemudian, saat gala dinner berlangsung Wamenparekraf beserta delegasi disuguhi makanan khas Bali dengan minuman teh spesial. Selain kuliner khas pulau dewata, atraksi budaya juga disuguhkan untuk menghibur para tamu dan delegasi yang hadir.Suguhan awal berupa performing art Tari Makepung yang dibawakan oleh Jegog Jembrana. Tari Makepung merupakan tarian khas dari Kabupaten Jembrana Bali.Tarian tersebut menceritakan tentang sekawanan kerbau yang menunggu makanan pemberian dari si pengembala. Setiap kata dari sang penggembala itu menjelma menjadi suatu perintah bagi kawanan kerbau tersebut.Sebagai penutup, sendra tari Kecak Ramayana tampil menjadi hiburan pamungkas bagi para tamu dan delegasi yang hadir.  Penulis: Dani AgusEditor: Dani AgusSumber: kemenparekraf.go.id

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler