Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Malang – Korban meninggal akibat tragedi Kanjuruhan bertambah satu orang, sehingga jumlahnya mencapai 132 orang meninggal dunia.
Korban meninggal ini bernama Helen Priscella (21), warga RT 2 RW 4 Dusun Banjarpatoman, Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Helen meninggal di RS Syaiful Anwar, Kabupaten Malang, setelah menjalani perawatan di RS Cakra, Kecamatan Turen, Malang.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis mengatakan, Helen sebelumnya dirawat di RSU Saiful Anwar Malang. Saat itu dia dikategorikan luka sedang lalu dipindah ke ICU dan kondisinya memburuk.
Baca: Perwakilan FIFA Datangi PSSI, Bahas Tragedi Kanjuruhan
”Pasien dinyatakan meninggal dunia pada hari Selasa pukul 14.25 WIB,” ucapnya, dikutip dari Detik.com, Rabu (12/10/2022).
Dia juga mengatakan, berdasarkan penjelasan dari dr Syaifulloh Ghani, pasien di ICU terdiagnosa dengan multiple trauma ekstrakranial (banyak trauma di luar kepala).
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Tragedi Kanjuruhan hampir mirip dengan kejadian yang terjadi di Peru pada 1964. Tragedi Kanjuruhan dipastikan menjadi insiden sepak bola memilukan kedua setelah di Peru.(internet)[/caption]
MURIANEWS, Malang – Korban meninggal akibat tragedi Kanjuruhan bertambah satu orang, sehingga jumlahnya mencapai 132 orang meninggal dunia.
Korban meninggal ini bernama Helen Priscella (21), warga RT 2 RW 4 Dusun Banjarpatoman, Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Helen meninggal di RS Syaiful Anwar, Kabupaten Malang, setelah menjalani perawatan di RS Cakra, Kecamatan Turen, Malang.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis mengatakan, Helen sebelumnya dirawat di RSU Saiful Anwar Malang. Saat itu dia dikategorikan luka sedang lalu dipindah ke ICU dan kondisinya memburuk.
Baca: