Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Luwu – Dinding Polres Luwu jadi korban vandalisme dengan tulisan ”Sarang Pungli” dan ”Sarang Korupsi”. Mobil patroli Polres Luwu juga tak luput dicoret dengan tulisan ”Raja Pungli”.
Aksi vandalisme tersebut diketahui dilakukan anggota Polres Luwu berinisial HR. Polisi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) itu pernah menjabat Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipidkor) Polres Luwu.
Kapolres Luwu AKBP Arisandi membenarkan jika tindakan vandalisme itu dilakukan anggotanya sendiri. Ia menyebut pelaku sempat mendapat perawatan di Poli Jiwa RSUD Batara Guru Belopa, Kabupaten Luwu.
”Ini ulah anggota saya, lagi ada masalah psikologis/kejiwaan,” ujar Arisandi, dikutip dari Kompas.com.
Baca: Dinding Mapolres Luwu Dicoret “Sarang Pungli” oleh Anggota Sendiri
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Mobil Patroli Polres Luwu yang jadi sasaran vandalisme. (Kompas.com/Amran Amir)[/caption]
MURIANEWS, Luwu – Dinding Polres Luwu jadi korban vandalisme dengan tulisan ”Sarang Pungli” dan ”Sarang Korupsi”. Mobil patroli Polres Luwu juga tak luput dicoret dengan tulisan ”Raja Pungli”.
Aksi vandalisme tersebut diketahui dilakukan anggota Polres Luwu berinisial HR. Polisi berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) itu pernah menjabat Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi (Kanit Tipidkor) Polres Luwu.
Kapolres Luwu AKBP Arisandi membenarkan jika tindakan vandalisme itu dilakukan anggotanya sendiri. Ia menyebut pelaku sempat mendapat perawatan di Poli Jiwa RSUD Batara Guru Belopa, Kabupaten Luwu.
”Ini ulah anggota saya, lagi ada masalah psikologis/kejiwaan,” ujar Arisandi, dikutip dari Kompas.com.
Baca: