13 Anak di Surabaya dan Malang Meninggal Karena Gagal Ginjal Akut Misterius
Murianews
Jumat, 21 Oktober 2022 09:44:02
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Surabaya – Sebanyak 13 anak di Surabaya dan Malang, Jawa Timur (Jatim) meninggal dunia akibat gagal ginjal akut misterius. Data tersebut diungkapkan oleh Ikatan Dokter Anak (IDAI) Jatim.
Ketua IDAI Jatim Sjamsul Arif merinci, yang meninggal di Surabaya ada 10 anak dan tiga anak di Malang. Menurutnya, anak-anak itu meninggal karena gagal ginjal akut misterius.
”Balita yang meninggal berada di rentang usia 1 hingga 5 tahun,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (21/10/2022).
Baca: Kemenkes Sebut Ada 209 Penderita Ginjal Akut Misterius di Indonesia, 99 Meninggal
Dia juga mengatakan jika terdapat 24 temuan kasus gangguan ginjal akut misterius di Jawa Timur. Sebanyak 15 berada di Surabaya dan 9 lainnya di Malang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Ilustrasi bayi yang terkena gangguan ginjal akut misterius (Freepik)[/caption]
MURIANEWS, Surabaya – Sebanyak 13 anak di Surabaya dan Malang, Jawa Timur (Jatim) meninggal dunia akibat gagal ginjal akut misterius. Data tersebut diungkapkan oleh Ikatan Dokter Anak (IDAI) Jatim.
Ketua IDAI Jatim Sjamsul Arif merinci, yang meninggal di Surabaya ada 10 anak dan tiga anak di Malang. Menurutnya, anak-anak itu meninggal karena gagal ginjal akut misterius.
”Balita yang meninggal berada di rentang usia 1 hingga 5 tahun,” katanya, dikutip dari Kompas.com, Jumat (21/10/2022).
Baca: