Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, setelah dilakukan penyidikan, tersangka mengaku jika pada saat melakukan aksinya itu yang bersangkutan tengah nyabu.
”Modus lainnya adalah karena tersangka kesal lantaran istrinya terus menerus meminta cerai,” kata Yogen, dikutip dari Detik.com, Rabu (2/11/2022).
Baca: Pria di Depok Ini Tega Bunuh Anaknya Sendiri Secara Sadis
Dia juga mengatakan jika anak tersangka yang menjadi korban pembunuhan mengalami luka parah di bagian kepala. Sementara itu, istri korban yang juga mendapat tindak kekerasan disebut kritis.
’’Untuk anak (luka) kepala, tangan, beberapa jari putus, mata ya, leher banyak darahlah. Jadi meninggal karena kehabisan darah. Istri lukanya di muka sama badan. Kita belum bisa (dalami) karena masih dibawa ke rumah sakit,’’ kata Yogen.
Sementara Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengatakan, pembunuhan itu terjadi saat anak pelaku dan istri mau berangkat ke sekolah. Cekcok kembali terjadi karena pelaku mengira istri dan anaknya bakal pergi dari rumah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



