Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Ciamis - Densus 88 Antiteror Polri kembali mengamankan seorang terduga teroris. Kali ini, terduga teroris tersebut diamankan di Ciamis, Jawa Barat.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono di Mapolres Ciamis mengatakan, terduga teroris tersebut merupakan seorang laki-laki berinisial AR. Ia diamankan Senin (20/7/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.

”Benar, pada Senin sekitar pukul 06.00 WIB, Satreskrim Polres Ciamis bersama Densus 88 melakukan penegakan hukum terkait dugaan tindak pidana terorisme di wilayah Kabupaten Ciamis," katanya seperti dilansir detikJabar, Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Densus 88 mengamankan satu orang berinisial AR, yang merupakan warga Desa Sukaharja, Kecamatan Rajadesa.

”Dari hasil pemantauan kami, Densus 88 telah mengamankan satu orang berinisial AR, warga Desa Sukaharja, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis,” terangnya.

Dalam penggeledahan, petugas turut membawa sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan penyelidikan. Di antaranya beberapa buku, dokumen berupa tulisan, serta telepon seluler milik terduga.

”Di lokasi ada beberapa barang yang diamankan, di antaranya buku, sejumlah tulisan, dan handphone yang dibawa oleh tim Densus 88,” ungkapnya.

Meski demikian, Carsono menegaskan seluruh proses penyidikan sepenuhnya ditangani oleh Densus 88 Antiteror Polri. Karena itu, pihaknya belum dapat menyampaikan lebih jauh mengenai dugaan jaringan maupun asal pengembangan kasus tersebut.

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler